Nusantaraupdate.co, Tenggarong – Tepat satu tahun sejak memimpin Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin meluncurkan sejumlah program strategis yang menjadi bagian dari visi besar Kukar Idaman Terbaik 2025–2030. Salah satu program unggulan yang resmi diperkenalkan kepada publik adalah RT-Ku Terbaik, sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis Rukun Tetangga (RT) yang masuk dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong, pada Selasa (23/6/2026), dan menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan yang berangkat langsung dari kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa RT-Ku Terbaik hadir sebagai upaya memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Hari ini kita melaksanakan peluncuran program RT-Ku Terbaik. Kenapa baru diluncurkan sekarang, karena regulasi yang menjadi payung hukumnya baru selesai disusun sehingga program ini bisa dijalankan dengan dasar aturan yang jelas,” ujar Aulia.
Menurutnya, program tersebut merupakan pengembangan dari bantuan RT yang sebelumnya bernilai Rp50 juta per RT. Melalui RT-Ku Terbaik, besaran bantuan meningkat tiga kali lipat menjadi Rp150 juta untuk setiap RT.
Aulia menilai peningkatan alokasi dana tersebut akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Apalagi, Kukar memiliki 3.212 RT yang tersebar di 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap dengan peningkatan pembiayaan ini manfaat yang dirasakan masyarakat di tingkat RT juga semakin besar,” katanya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan skema penggunaan dana yang lebih terstruktur agar bantuan dapat tepat sasaran. Dari total Rp150 juta yang diterima setiap RT, dana tersebut akan dibagi ke dalam empat sektor utama.
Sebanyak 30 persen dialokasikan untuk ketahanan sosial, 30 persen untuk pemberdayaan masyarakat, 30 persen untuk operasional RT, dan 10 persen untuk pembangunan infrastruktur lingkungan.
Melalui alokasi tersebut, dana dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti bantuan sosial, kegiatan gotong royong, pelatihan keterampilan, bantuan usaha ekonomi produktif, operasional kelembagaan RT, hingga pembangunan dan perbaikan fasilitas lingkungan seperti jalan, drainase, maupun rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Aulia menegaskan bahwa peningkatan anggaran harus diiringi dengan tata kelola yang lebih baik dan transparan. Karena itu, mekanisme pengelolaan dana dalam program RT-Ku Terbaik juga mengalami perubahan dibanding program sebelumnya.
Dana nantinya disalurkan melalui kecamatan sehingga setiap RT harus memahami prosedur pengelolaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Setiap kegiatan yang diusulkan wajib dibahas melalui musyawarah warga di tingkat RT terlebih dahulu. Setelah itu, usulan akan diverifikasi oleh kecamatan sebelum ditetapkan oleh pemerintah daerah. Penyaluran dana juga dilakukan secara bertahap menyesuaikan progres pelaksanaan kegiatan.
“Pengawasan harus lebih ditingkatkan. Bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh masyarakat agar anggaran benar-benar digunakan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Meski demikian, Aulia menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pengawasan, tetapi juga keterlibatan aktif warga dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh komponen masyarakat di RT terlibat melalui musyawarah dan pelaksanaan kegiatan. Itu menjadi pilar utama keberhasilan program ini,” ujarnya.
Selain meluncurkan RT-Ku Terbaik, Pemkab Kukar juga memperkenalkan Aplikasi Kukar Siap Kerja melalui program Job Fair Everyday yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga menghadirkan Portal Pengaduan Kukar, sebuah platform digital yang memungkinkan warga menyampaikan aspirasi, kritik, saran, maupun keluhan terkait pelayanan publik dan pembangunan daerah secara langsung kepada pemerintah.
Untuk mendukung pelaksanaan RT-Ku Terbaik, Pemkab Kukar turut meluncurkan aplikasi BESTARI sebagai basis data RT serta aplikasi khusus RT-Ku Terbaik yang digunakan dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan kegiatan.
Melalui pemanfaatan teknologi digital tersebut, pemerintah berharap seluruh proses pelaksanaan program dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, partisipatif, mandiri, serta berkelanjutan.
Peluncuran sejumlah program tersebut menjadi penanda satu tahun kepemimpinan Aulia-Rendi yang menitikberatkan pembangunan berbasis masyarakat, pelayanan publik yang lebih mudah diakses, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan warga.





