Korban Gempa NTT Bertambah, BNPB Catat 53 Meninggal dan Ratusan Warga Terluka

Agustus 18, 2026
Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere. (ANTARA/HO-Sar Maumere)

Nusantaraupdate.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (18/8/2026), tercatat sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa korban jiwa tersebar di beberapa kabupaten yang terdampak gempa. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, disusul Manggarai Timur.

“Total korban meninggal dunia yang telah terdata hingga saat ini sebanyak 53 jiwa. Rinciannya satu orang di Manggarai Barat, 20 orang di Manggarai Timur, 25 orang di Manggarai, satu orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, dan dua orang di Ende,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu.

Pemerintah, lanjut Abdul, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya melakukan penanganan darurat dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami mendoakan para korban yang meninggal dunia dan memberikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat sedikitnya 135 warga mengalami luka-luka, baik dengan kondisi ringan maupun berat. Para korban saat ini mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit terdekat.

Data sementara menunjukkan korban luka tersebar di beberapa daerah terdampak. Di Kabupaten Sikka tercatat 12 orang mengalami luka-luka. Sementara di Kabupaten Manggarai terdapat 17 korban luka berat dan 20 korban luka ringan. Di Manggarai Timur, jumlah korban luka tercatat paling banyak dengan 21 orang mengalami luka berat dan 109 orang luka ringan. Sedangkan di Manggarai Barat terdapat enam korban luka berat.

Tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta relawan kemanusiaan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi di sejumlah lokasi yang terdampak parah. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.

Selain fokus pada pencarian dan penyelamatan korban, pemerintah saat ini juga tengah memprioritaskan distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta penyediaan tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, proses pendataan kerusakan bangunan dan infrastruktur masih berlangsung. BNPB memperkirakan jumlah korban maupun dampak kerusakan dapat berubah seiring berjalannya proses verifikasi dan asesmen di lapangan.

Pemerintah memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan akan terus dikerahkan guna mempercepat penanganan darurat dan membantu masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi tersebut.

Bagikan