Bupati Kukar Gandeng IDI Atasi Krisis Dokter, Tabang dan Muara Wis Jadi Prioritas Penempatan

Juni 29, 2026
Foto: Bupati Aulia Rahman Basri saat menghadiri pelantikan Pengurus IDI Cabang Kutai Kartanegara.

Nusantaraupdate.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperkuat kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara untuk mengatasi persoalan pemerataan tenaga medis, khususnya di wilayah yang hingga kini masih mengalami kekosongan dokter.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, usai menghadiri pelantikan Pengurus IDI Cabang Kutai Kartanegara yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu (28/6/2026).

Aulia mengungkapkan saat ini masih terdapat dua puskesmas yang belum memiliki dokter, yakni Puskesmas Tabang dan Puskesmas Muara Wis. Kekosongan tersebut terjadi setelah dokter yang sebelumnya bertugas memasuki masa pensiun.

“Memang hari ini ada dua puskesmas kita yang kekosongan dokter, yaitu di Tabang dan Muara Wis,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kukar bersama IDI akan menyusun berbagai kebijakan yang diharapkan mampu menarik minat tenaga medis agar bersedia mengabdi di seluruh wilayah Kutai Kartanegara, termasuk daerah-daerah yang selama ini tergolong sulit dijangkau.

Salah satu langkah yang akan dibahas adalah peningkatan jaminan kesejahteraan bagi dokter yang bertugas di wilayah terpencil sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pemerataan layanan kesehatan.

“Harapan kita dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan IDI, kita bisa merumuskan kebijakan sehingga para dokter ini mau bertugas di seluruh daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memenuhi kebutuhan dokter di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di 20 kecamatan sehingga tidak ada lagi puskesmas yang mengalami kekosongan tenaga medis.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kutai Kartanegara, Arif Risdianto, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dokter di seluruh fasilitas kesehatan di Kukar.

Menurut Arif, IDI Kukar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga dokter baru yang nantinya dapat ditempatkan di daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga medis.

“Kalau dari IDI Kukar kami siap bekerja sama, khususnya terkait kebutuhan dokter. Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas dan harapannya nanti akan datang dokter-dokter baru yang siap ditempatkan di kedua puskesmas tersebut,” ujarnya.

Selain mempersiapkan regenerasi tenaga dokter, IDI Kukar bersama Pemkab Kukar juga telah menyusun pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh wilayah. Pemetaan tersebut meliputi identifikasi daerah yang masih mengalami kekurangan dokter umum maupun kebutuhan dokter spesialis yang belum terpenuhi.

“Untuk pemetaan atau roadmap-nya kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, mulai dari daerah mana yang masih kosong hingga kebutuhan dokter spesialis yang masih kurang di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelas Arif.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan. Menurutnya, Pemkab Kukar telah memberikan dukungan penuh, termasuk dari sisi pembiayaan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di berbagai wilayah.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada dokter-dokter baru yang berasal dari kerja sama dengan dua hingga tiga universitas yang sudah terjalin,” tutupnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi tersebut, Pemkab Kukar berharap seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih merata, optimal, dan berkualitas.

Bagikan