Puluhan Pelajar dan Guru di Sebulu Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG, Sampel Makanan Diuji

Agustus 4, 2026
Foto: Camat Sebulu saat meninjau korban yang diduga mengalami keracunan MBG.

Nusantaraupdate.co, Tenggarong – Puluhan siswa dan tenaga pendidik di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (3/8/2026). Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih didalami oleh pihak berwenang.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 46 orang terdampak dalam kejadian itu. Mereka berasal dari SDN 025 Sebulu, SDN 003 Sebulu Ulu, Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di Desa Sebulu Ulu. Selain siswa dan guru, seorang kader Posyandu yang sempat mencicipi menu sebelum dibagikan kepada balita juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Dari jumlah tersebut, 27 orang mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD), sementara 19 lainnya ditangani di poli anak Puskesmas Sebulu I. Keluhan yang paling banyak dirasakan yakni mual, muntah, pusing, sakit perut, dan tubuh terasa lemas. Hingga Senin sore, tidak ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, mengatakan gejala mulai dirasakan para siswa dan guru tidak lama setelah makanan MBG dikonsumsi pada pagi hari. Pihak sekolah bersama petugas kesehatan kemudian bergerak cepat membawa mereka ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kurang lebih sekitar 46 orang yang terdiri dari anak-anak dan guru sudah dilarikan ke puskesmas terdekat,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, informasi awal yang diterima dari lapangan menyebutkan beberapa penerima makanan merasakan adanya kejanggalan pada menu yang disajikan. Meski demikian, dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab utama insiden tersebut.

“Menurut informasi awal, makanannya terasa masam dan pentolnya basi, tapi ini masih belum pasti,” katanya.

Laporan awal dari Puskesmas Sebulu I menyebut seluruh pasien memiliki riwayat mengonsumsi makanan yang berasal dari Program Makan Bergizi Gratis sebelum mengalami keluhan. Saat ini seluruh pasien masih dalam pemantauan tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka terus membaik.

Peristiwa tersebut membuat suasana Puskesmas Sebulu I dipadati keluarga siswa yang datang untuk melihat kondisi anak-anak mereka. Petugas kesehatan terus melakukan observasi sekaligus memberikan penanganan sesuai gejala yang dialami masing-masing pasien.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel makanan serta evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi menu MBG masih berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, hasil uji laboratorium maupun kesimpulan resmi terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa dan guru tersebut belum diumumkan kepada publik.

Bagikan