Nusantaraupdate.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Bersama organisasi kemanusiaan Doctor Share dan PT Bayan Resources, Pemkab Kukar resmi meluncurkan Gerakan Cegah Stunting demi Generasi Cemerlang (Gemilang) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (15/7/2026).
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu strategi untuk mempercepat penanganan stunting melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga edukasi keluarga dan pola pengasuhan anak.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengatakan Program Gemilang merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
“Program ini dalam rangka penanganan atau penurunan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia usai peluncuran program.
Ia menjelaskan, penyusunan program tersebut didasarkan pada hasil pendampingan yang dilakukan Doctor Share terhadap sekitar 200 balita di dua puskesmas di wilayah Kukar. Dari pendampingan tersebut diperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya stunting.
Menurut Aulia, hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyebab utama stunting bukan semata-mata dipicu kondisi ekonomi keluarga, tingkat pendidikan orang tua, maupun jenis pekerjaan yang dimiliki. Faktor yang paling dominan justru berasal dari pola asuh dalam keluarga.
“Bukan karena faktor ekonomi, bukan karena faktor pendidikan orang tua, bukan karena faktor pekerjaan orang tua. Akan tetapi yang paling dominan menyebabkan stunting adalah karena faktor pola asuh,” jelasnya.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi kepada keluarga, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pola pengasuhan yang tepat sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Aulia menegaskan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.
“Kita sudah memahami bahwa peran seluruh stakeholder menjadi sesuatu yang sangat penting. Bahkan peran dari orang tua juga menjadi faktor yang sangat penting untuk menurunkan prevalensi stunting itu sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Program Gemilang akan melengkapi berbagai program yang sebelumnya telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Kukar dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk Program Raga Pantas yang selama ini menjadi salah satu program unggulan daerah.
“Kami menyambut baik apa yang dilakukan Doctor Share melalui Program Gemilang ini, karena akan memperkuat Program Raga Pantas yang sudah dimiliki oleh Pemkab Kutai Kartanegara,” katanya.
Saat ini, prevalensi stunting di Kutai Kartanegara telah berada di kisaran 12 persen, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Meski demikian, pemerintah daerah menilai capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
Melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, Pemkab Kukar menargetkan angka stunting dapat terus ditekan hingga berada di level satu digit dalam beberapa tahun mendatang.
“Kita berharap cita-cita kita untuk menurunkan prevalensi stunting yang hari ini berada di angka 12 persen menjadi single digit bisa segera terwujud,” tutup Aulia.
Peluncuran Program Gemilang menjadi salah satu bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan pendekatan yang menitikberatkan pada edukasi pola asuh, peningkatan kesadaran keluarga, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap upaya percepatan penurunan stunting di Kutai Kartanegara dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.





