Nusantaraupdate.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh akses ke dunia kerja. Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), sebanyak 305 peserta resmi dilepas untuk mengikuti Pelatihan Kompetensi Siap Kerja Tahun 2026, Selasa (14/7/2026).
Program peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Selain itu, pelatihan juga diarahkan sebagai salah satu instrumen untuk membantu masyarakat dari kelompok ekonomi rentan meningkatkan taraf hidup.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengungkapkan sebagian besar peserta yang mengikuti program tahun ini berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Dari total 305 peserta, sekitar 85 persen tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok desil 1 hingga desil 5.
“Total peserta pelatihan tahun ini sebanyak 305 orang. Sekitar 85 persen berasal dari DTSEN desil 1 sampai 5, yakni kelompok sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin, hingga masyarakat yang ekonominya masih pas-pasan,” ujar Dendy.
Menurutnya, pemilihan peserta dari kelompok tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memberikan akses peningkatan keterampilan secara lebih tepat sasaran. Dengan memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, masyarakat diharapkan mempunyai peluang lebih besar untuk memasuki pasar kerja.
Dendy menilai kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan industri masih menjadi salah satu tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjembatani kebutuhan tersebut melalui program pelatihan berbasis kompetensi.
“Kesenjangan kompetensi yang selama ini menjadi kendala akan kita penuhi melalui pelatihan-pelatihan seperti ini,” katanya.
Pada 2026, Distransnaker Kukar menyiapkan sembilan bidang pelatihan dengan jumlah peserta yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing sektor. Pelatihan Ahli K3 Umum diikuti 20 peserta, Desain Grafis 15 peserta, Konten Kreator 15 peserta, Mekanik Alat Berat 20 peserta, serta Operator Alat Berat sebanyak 40 peserta.
Selain itu, terdapat pelatihan Rigger yang diikuti 20 peserta, Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama sebanyak 55 peserta, Welder SMAW 3G dengan 40 peserta, serta Penjamah Makanan yang menjadi pelatihan dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 80 orang.
Dendy menjelaskan, pelatihan Penjamah Makanan merupakan program baru yang mulai dilaksanakan tahun ini. Program tersebut dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan penanganan makanan.
Keterampilan tersebut dinilai semakin dibutuhkan seiring berkembangnya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Kutai Kartanegara.
“Pelatihan penjamah makanan merupakan hal baru pada tahun ini. Kami menyiapkan SDM yang nantinya bisa mendukung kebutuhan tenaga kerja di SPPG yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Melalui program Pelatihan Kompetensi Siap Kerja, Distransnaker Kukar berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang usaha secara mandiri.
Pemerintah daerah juga berharap peningkatan keterampilan masyarakat dapat memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kukar.
Dengan akses kompetensi yang lebih luas dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan di Kutai Kartanegara.





