Dari Alam ke Ruang Kelas, Hetifah Ajak Guru Bangun Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

Juni 5, 2026
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menggelar Sosialisasi Penguatan Peran Guru dan Komite Sekolah dalam Membangun Pendidikan Berbasis Riset dan Kearifan Lokal di Kecamatan Samboja Barat, Jumat (5/6/2026).

Nusantaraupdate.co, Samboja Barat – Upaya memperkuat kualitas pendidikan berbasis riset dan kearifan lokal terus didorong hingga ke tingkat kecamatan. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menggelar Sosialisasi Penguatan Peran Guru dan Komite Sekolah dalam Membangun Pendidikan Berbasis Riset dan Kearifan Lokal di Kecamatan Samboja Barat, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di tingkat kecamatan sebagai bentuk pendekatan langsung kepada guru, komite sekolah, dan masyarakat. Menurut Hetifah, selama ini berbagai kegiatan pendidikan lebih banyak terpusat di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, sehingga tidak semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya.

“Biasanya guru-guru dari Samboja dan Samarinda atau Balikpapan. Sekarang justru kami yang mendekat ke kecamatan. Mudah-mudahan lembaga seperti ini menjadi lebih merakyat dan lebih melihat kekuatan-kekuatan lokal yang ada,” ujar Hetifah.

Kegiatan tersebut dihadiri para guru dan komite sekolah se-Kecamatan Samboja Barat, Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Fanas Syukri, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara Emy Rosana Saleh, Camat Samboja Burhanuddin, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Kartanegara Bahari Jokosusilo.

Dalam sosialisasi itu, Hetifah menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kondisi lingkungan sekitar. Ia menilai pendekatan berbasis riset dan kearifan lokal telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam proses belajar.

Menurutnya, sekolah perlu menumbuhkan rasa ingin tahu atau curiosity siswa melalui pembelajaran yang kontekstual. Anak-anak didorong untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, sehingga tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran konvensional di dalam kelas.

“Anak-anak bisa belajar dari alam, tidak hanya belajar di ruang kelas dengan metode yang sangat konvensional. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan kondisi yang ada,” katanya.

Selain peran sekolah, Hetifah juga menyoroti pentingnya dukungan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak di rumah. Kebiasaan positif yang dibangun di sekolah, menurutnya, perlu diperkuat dalam lingkungan keluarga agar memberikan hasil yang lebih optimal.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga mendorong penerapan metode pembelajaran berbasis data dan informasi sejak usia dini. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dibiasakan mengumpulkan data, mencatat, menganalisis, hingga mengembangkan kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Melalui penguatan peran guru, komite sekolah, dan keluarga, pendidikan berbasis riset serta kearifan lokal diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami dan menghargai potensi daerahnya sendiri.

Bagikan