Puluhan Dapur MBG di Batam Berhenti Beroperasi, Anggaran Operasional Disebut Belum Masuk

Juni 9, 2026
Ilustrasi dapur penyedia makanan bergizi gratis.(ANTARA)

Nusantaraupdate.co, Batam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menghadapi kendala operasional setelah puluhan dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara aktivitasnya sejak Senin (8/6/2026).

Tercatat lebih dari 50 SPPG di berbagai kecamatan di Batam tidak beroperasi karena anggaran operasional yang ditunggu belum masuk ke rekening masing-masing satuan layanan.

Dikutip dari CNN Indonesia, Koordinator MBG wilayah Batam, Defri Fernaldi, menjelaskan penghentian sementara tersebut dilakukan karena dana operasional yang bersumber dari pemerintah pusat belum diterima oleh sejumlah SPPG.

“Memang benar beberapa SPPG menghentikan operasional mulai hari ini karena anggaran operasional yang seharusnya digunakan belum masuk,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Defri, setiap SPPG hanya diperbolehkan menjalankan kegiatan setelah dana operasional masuk ke virtual account (VA) yang telah disiapkan. Selain itu, pengelola juga tidak diperkenankan menggunakan dana talangan dari pihak mitra untuk menutupi kebutuhan operasional sementara.

Ia menambahkan, pihaknya telah menerima informasi bahwa proses penambahan dana atau top up sedang dilakukan oleh tim keuangan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“SPPG yang belum menerima anggaran akan dilakukan top up. Setelah dana masuk ke dalam virtual account, operasional akan kembali berjalan seperti biasa,” katanya.

Berdasarkan data sementara, jumlah dapur MBG yang menghentikan operasional tersebar di sejumlah wilayah, yakni 15 dari 21 SPPG di Kecamatan Batam Kota, 12 dari 32 SPPG di Kecamatan Sagulung, tujuh dari 18 SPPG di Batu Aji, tujuh dari 15 SPPG di Sei Beduk, enam dari delapan SPPG di Lubuk Baja, enam dari 13 SPPG di Bengkong, satu dari empat SPPG di Batu Ampar, serta satu SPPG di Belakang Padang.

Di tengah munculnya laporan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, membantah adanya penghentian atau hambatan penyaluran dana program MBG secara nasional.

Menurut Nanik, pencairan dana telah dilakukan sejak Jumat lalu dan kembali dilanjutkan pada awal pekan ini. Ia menilai sebagian informasi yang beredar terkait tersendatnya pendanaan program MBG tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Sebagian dari informasi yang beredar merupakan hoaks. Dana sudah mulai dicairkan sejak Jumat,” kata Nanik usai pelantikannya di Jakarta.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah laporan menyebutkan beberapa dapur MBG di berbagai daerah menghentikan sementara pelayanan karena belum menerima dana operasional dari pusat.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, memastikan dana untuk sejumlah SPPG yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah telah masuk ke rekening penerima.

“Yang 27 SPPG itu dananya sudah masuk,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masih ada sejumlah dapur MBG yang menunggu proses pencairan dana agar dapat kembali melayani penerima manfaat. Pemerintah pusat dan daerah kini terus berkoordinasi untuk memastikan operasional program unggulan tersebut dapat kembali berjalan normal tanpa mengganggu distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.

Bagikan