Nusantaraupdate.co, Jakarta – Suasana penuh keakraban mewarnai peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi sorotan publik setelah terlihat bergandengan tangan dan berbincang hangat usai upacara.
Momen tersebut terjadi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah tokoh nasional dan anggota Kabinet Merah Putih.
Sebelum upacara dimulai, Prabowo, Gibran, dan Megawati terlihat berada di dalam Gedung Pancasila untuk menerima laporan dari perwira upacara. Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat mengajak Megawati berjalan berdampingan menuju lokasi upacara.
Namun, Megawati memilih mempersilakan Prabowo berjalan lebih dulu sebagai kepala negara. Setelah itu, Prabowo menuju mimbar upacara, diikuti Gibran dan Megawati dari belakang.
Sebagai inspektur upacara, Prabowo memimpin jalannya peringatan sekaligus menyampaikan amanat terkait nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.
Usai prosesi resmi berakhir, suasana hangat kembali terlihat saat Prabowo berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.
Ketika hendak meninggalkan lokasi, Prabowo mempersilakan Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin berjalan lebih dahulu. Namun, Megawati justru mengajak Prabowo berjalan bersama. Keduanya kemudian tampak bergandengan tangan sambil berbincang dan sesekali tertawa, menciptakan suasana penuh keakraban yang menjadi perhatian para tamu undangan.
Tak hanya itu, Prabowo dan Megawati juga terlihat melanjutkan perbincangan dalam sebuah ruangan bersama sejumlah tokoh nasional. Dalam foto yang beredar, keduanya duduk berdampingan dan terlibat diskusi santai bersama para pimpinan lembaga negara, menteri kabinet, serta mantan wakil presiden.
Di sisi Prabowo tampak hadir Gibran, Ma’ruf Amin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Sementara di sisi Megawati terlihat Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Meski isi pembicaraan tidak diungkap secara rinci, suasana yang terlihat menunjukkan hubungan yang hangat dan penuh kekeluargaan antar tokoh bangsa.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas masa depan Indonesia.
“Tentu ini juga menjadi momentum yang baik bagi para pemimpin bangsa, pemimpin negara, pemimpin pemerintahan untuk bertemu seperti antara Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto kepada wartawan.
Menurutnya, Megawati memiliki pengalaman panjang sebagai mantan presiden dan memiliki hubungan personal yang baik dengan Prabowo. Karena itu, pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pembahasan strategis mengenai arah pembangunan bangsa ke depan.
“Beliau adalah Presiden kelima yang punya banyak pengalaman dan juga memiliki hubungan baik kedekatan secara personal dengan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Hasto berharap pertemuan keduanya dapat menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan nasional sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan Indonesia.
“Sehingga pertemuan itu kita harapkan akan membahas hal-hal yang strategis tentang berbagai arah bangsa dan negara ke depan,” pungkasnya.




