Nusantaraupdate.co, Tenggarong — Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru sekolah dasar di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini tengah ditangani pihak kepolisian. Terduga pelaku bahkan telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Camat Sebulu, Edy Fahruddin, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyebut terduga pelaku merupakan guru olahraga berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara korban diketahui masih duduk di kelas 6 SD di salah satu sekolah di Desa Manunggal Daya.
“Informasi tersebut memang benar, dan kejadiannya di salah satu SD di Desa Manunggal Daya,” ujar Edy saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (12/5/2026).
Menurut Edy, persoalan ini sebelumnya sempat diselesaikan melalui mediasi antara pihak sekolah, pengawas pendidikan, hingga keluarga korban. Namun kasus kembali mencuat setelah terduga pelaku diduga kembali mengirim pesan dan konten yang dianggap tidak pantas kepada korban melalui komunikasi digital.
Ia mengaku belum mengetahui pasti siapa pihak pertama yang melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum. Namun, dugaan sementara yang berkembang bukan terkait isu kehamilan seperti kabar yang beredar, melainkan dugaan pelecehan verbal dan pengiriman gambar tidak pantas.
“Mungkin dia hanya mengirim gambar-gambar saja. Kalau hamil itu saya juga belum tahu, tapi mungkin pelecehan verbal,” jelasnya.
Edy mengatakan, permasalahan kembali memanas setelah orang tua korban mengetahui isi percakapan tersebut. Keluarga korban disebut langsung mendatangi terduga pelaku hingga situasi sempat memicu kemarahan warga.
“Mungkin dilihat orang tuanya ngamuk, dijemput langsung, dihajar langsung,” tambahnya.
Ia pun menyayangkan dugaan tindakan yang dilakukan seorang tenaga pendidik terhadap anak didiknya. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Kapolsek Sebulu, Edi Subagyo, memastikan terduga pelaku sudah diamankan sejak Senin (11/5/2026) dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Tersangka sudah kita amankan, ini lagi kami proses. Jadi nanti kami sampaikan ke pimpinan kapan bisa disampaikan ke publik,” ujarnya.
Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum guru tersebut. Polisi juga meminta masyarakat menunggu informasi resmi agar tidak muncul kabar simpang siur di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Kasus ini pun menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait perlindungan anak di lingkungan sekolah dan pengawasan terhadap tenaga pendidik.





