Nusantaraupdate.co, Makassar – Sebagian besar jemaah haji asal Papua yang tergabung dalam Embarkasi Makassar tahun 2026 ternyata didominasi warga keturunan Bugis dan Makassar, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Haji dan Umrah Papua, dari total 933 jemaah haji asal Papua tahun ini, sekitar 80 hingga 85 persen merupakan warga keturunan Bugis-Makassar yang telah lama menetap di Papua.
Kepala Kanwil Haji dan Umrah Papua, Musa Narwawan, mengatakan mayoritas jemaah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, terutama Kota Jayapura dan sekitarnya.
“Khususnya orang Bugis dan Makassar yang sudah lama mendiami Papua, terutama di Kota Jayapura dan sekitarnya. Kalau dilihat sekarang ini sekitar 80 sampai 85 persen,” ujarnya di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (10/5/2026).
Selain keturunan Bugis-Makassar, terdapat pula jemaah asal Papua yang memiliki latar belakang dari Pulau Jawa dan Sulawesi Tenggara.
Musa menjelaskan, kuota jemaah haji Papua tahun ini berasal dari empat provinsi di wilayah Papua Raya, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Namun, jumlah kuota tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu Papua mendapatkan kuota sebanyak 1.076 jemaah, maka tahun ini hanya tersisa 933 orang.
“Penurunan ini terjadi karena adanya perubahan skema pembagian kuota,” jelasnya.
Ia menerangkan, sebelumnya kuota ditentukan berdasarkan jumlah penduduk muslim di suatu daerah. Namun kini sistem pembagian menggunakan dasar daftar tunggu keberangkatan haji.
“Dengan rumus baru itu, kuota Papua berkurang sekitar 100 lebih jemaah sehingga tersisa 933 untuk Papua Raya,” katanya.
Meski kuota berkurang, masa tunggu haji di Papua justru mengalami sedikit penurunan. Saat ini rata-rata calon jemaah harus menunggu sekitar 26 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Data per 31 Desember menunjukkan jumlah daftar tunggu haji di Papua mencapai sekitar 26 ribu orang.
“Dulu masa tunggunya sekitar 27 sampai 28 tahun, sekarang turun menjadi 26 tahun,” ungkap Musa.
Untuk proses keberangkatan, jemaah haji asal Papua akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar yang terbagi dalam dua kloter penuh serta satu kloter gabungan bersama jemaah asal Sulawesi Selatan.
“Dua kloter penuh berasal dari Papua, sedangkan kloter 31 bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan,” tutupnya.





