Akupedia.id, Tenggarong – Kondisi lalu lintas di simpang kawasan Jembatan Kedaton Agung, Tenggarong, dinilai kerap semrawut, terutama pada jam sibuk. Pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah di titik tersebut sering memicu kepadatan hingga potensi pelanggaran lalu lintas.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara (Dishub Kukar) menyiapkan langkah penanganan dengan merencanakan pemasangan traffic light atau lampu lalu lintas guna mengatur arus kendaraan agar lebih tertib dan aman.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan hasil dari kajian dan simulasi rekayasa lalu lintas yang telah dilakukan.
“Dari hasil simulasi, memang diperlukan pengaturan lalu lintas di simpang itu agar arus kendaraan lebih tertib,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, simpang tersebut menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah strategis, mulai dari pusat kota, kawasan Masjid Agung, hingga akses menuju Tangga Arung Square. Kondisi ini menyebabkan arus kendaraan sering saling bersilangan tanpa pengaturan yang jelas.
Selain memicu kemacetan, situasi tersebut juga meningkatkan risiko pelanggaran lalu lintas, seperti pengendara yang tidak mengikuti jalur atau bahkan melawan arus. Hal ini berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera ditangani.
Sebagai langkah tambahan, Dishub Kukar juga akan melengkapi kawasan tersebut dengan rambu lalu lintas serta pemasangan kamera pengawas (CCTV).
“CCTV ini untuk mendukung pengawasan dan penindakan jika ada pelanggaran,” tambah Ahmad Junaidi.
Dengan penerapan lampu lalu lintas dan sistem pengawasan yang lebih baik, diharapkan arus kendaraan di simpang Jembatan Kedaton Agung dapat menjadi lebih tertib, sekaligus meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan.
Dishub Kukar menargetkan pemasangan fasilitas tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana transportasi di wilayah Tenggarong.
“Harapannya nanti lebih tertib dan tidak semrawut lagi,” tutupnya.





