Disinggung Soal “Duel”, PDIP Kukar Pilih Fokus Kerja Nyata untuk Masyarakat

April 11, 2026
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kukar, Andi Faisal

Nusantaraupdate.co, Tenggarong – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) merespons pernyataan tokoh politik senior, Marwan, yang menyebut adanya “duel” dalam dinamika politik daerah. PDIP menegaskan tidak ingin terjebak dalam narasi rivalitas, dan memilih fokus pada kerja nyata untuk masyarakat.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kukar, Andi Faisal, menyatakan pihaknya tetap menghormati sosok Marwan sebagai figur senior di dunia politik. Namun, ia menilai penggunaan istilah “duel” kurang tepat dalam konteks membangun daerah.

“Kami menghormati beliau. Tapi bagi kami, politik bukan soal saling berhadapan, melainkan bagaimana bersama-sama memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Faisal, dinamika politik seharusnya diarahkan pada kompetisi yang sehat dan produktif, bukan pada konflik yang berpotensi memecah suasana. Ia menekankan bahwa PDIP Kukar tidak pernah menganggap partai lain sebagai lawan yang harus “dihadapi”, melainkan sebagai mitra dalam pembangunan daerah.

Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi tantangan, Faisal menilai energi para pelaku politik sebaiknya difokuskan pada upaya mencari solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Situasi saat ini menuntut kita untuk lebih banyak bekerja daripada berdebat. Masyarakat membutuhkan kehadiran nyata, bukan sekadar wacana,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen politik di Kukar untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, serta menghindari pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, PDI Perjuangan Kukar menegaskan komitmennya dalam mengawal berbagai isu penting, seperti perlindungan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kesejahteraan guru honorer, tenaga kesehatan, hingga kebijakan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

“Kami berdiri untuk memastikan hak-hak masyarakat tetap terlindungi. Tidak boleh ada pengurangan tenaga PPPK maupun kebijakan yang merugikan rakyat,” tegasnya.

Faisal menutup dengan menegaskan bahwa partainya akan tetap berada di jalur pengawasan yang konstruktif, mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat, sekaligus memberikan kritik jika diperlukan.

“Bagi kami, politik adalah alat pengabdian. Fokus kami jelas, yaitu kesejahteraan masyarakat Kukar,” pungkasnya.

Bagikan