Bahlil: Keputusan Harga BBM di Tangan Presiden, Masyarakat Diminta Tunggu Kepastian

Maret 31, 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kebijakan terkait harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya subsidi, masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Nusantaraupdate.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan terkait harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya yang bersubsidi, masih menunggu keputusan dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini muncul di tengah isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang ramai diperbincangkan menjelang April 2026.

Dalam keterangannya, Bahlil menyebut pemerintah tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan, terutama dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil.

“Harga (minyak dunia) sekarang sudah mencapai US$115. Di dalam negeri masih stabil. Atas arahan Bapak Presiden, untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya perhatian terhadap rakyat kecil,” ujar Bahlil dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3).

Ia menekankan bahwa keputusan final terkait harga BBM sepenuhnya berada di tangan presiden dan akan diumumkan pada waktu yang tepat.

“Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.

Bahlil juga menjelaskan bahwa untuk BBM yang digunakan sektor industri, harga akan mengikuti mekanisme pasar tanpa harus menunggu pengumuman resmi.

“Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar. Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan, dia akan mengikuti harga pasar,” jelasnya.

Menurutnya, BBM dengan kadar oktan tinggi yang termasuk kategori nonsubsidi umumnya dikonsumsi oleh kalangan mampu, sehingga tidak menjadi fokus utama dalam kebijakan subsidi pemerintah.

“Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat,” tambah Bahlil.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau dinamika global, termasuk perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi harga minyak dunia. Bahlil menyebut koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Ia mengungkapkan bahwa komunikasi lintas kementerian masih berjalan aktif, meski situasi global tetap dinamis dan memerlukan kewaspadaan.

Sementara itu, isu kenaikan harga BBM turut dipicu oleh melonjaknya harga minyak global yang kini berada di kisaran US$115 per barel. Kondisi ini memberikan tekanan terhadap biaya energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Namun demikian, PT Pertamina (Persero) memastikan belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026. Pihak perusahaan juga membantah beredarnya dokumen tidak resmi yang menyebutkan adanya rencana kenaikan harga.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, sembari tetap menggunakan BBM secara bijak di tengah ketidakpastian global.

Bagikan