Tol Terpanjang RI Sepi Investor, Pemerintah Evaluasi Ulang Skema Proyek

April 11, 2026

Nusantaraupdate.co – Pemerintah mengakui proyek jalan tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) yang digadang sebagai tol terpanjang di Indonesia hingga kini belum menarik minat investor. Proyek sepanjang 206,65 kilometer tersebut masih belum terlaksana dan terus dalam tahap evaluasi.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa rendahnya ketertarikan investor disebabkan oleh proyeksi lalu lintas kendaraan (traffic) yang dinilai kurang menjanjikan secara bisnis.

“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya karena traffic-nya kurang,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Menurut Dody, dalam kondisi normal, pemerintah dapat memberikan dukungan konstruksi atau chip in untuk meningkatkan daya tarik proyek di mata investor. Namun, keterbatasan anggaran saat ini membuat langkah tersebut sulit dilakukan.

“Kalau traffic-nya kurang, biasanya pemerintah chip in. Tapi dengan keterbatasan anggaran, itu akhirnya dipinggirkan,” jelasnya.

Sebagai alternatif, pemerintah kini mempertimbangkan untuk mengalihkan fokus anggaran ke proyek lain yang dinilai lebih mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu prioritas adalah percepatan pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey yang ditujukan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Karawang dan Bekasi.

Dody menargetkan pembangunan kedua bendungan tersebut dapat rampung secara bertahap pada 2027 hingga 2028.

“Saya berharap bisa selesai paling tidak 2027–2028. Kalau tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi akan kembali banjir,” katanya.

Proyek Tol Getaci sendiri telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2020. Namun hingga kini, proyek tersebut telah beberapa kali mengalami kegagalan dalam proses lelang dan masih dalam tahap peninjauan ulang sebelum kembali ditawarkan kepada investor.

Selain Getaci, proyek tol lain yang mengalami nasib serupa adalah Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali. Proyek sepanjang 96,84 kilometer ini juga beberapa kali gagal lelang dan masih dalam tahap review, meski membutuhkan investasi besar mencapai Rp25,4 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, sebelumnya menyebut bahwa sejumlah proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) masih kesulitan menarik minat investor.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah kini dihadapkan pada pilihan strategis: melanjutkan proyek tol dengan dukungan anggaran tambahan atau memprioritaskan proyek lain yang dinilai lebih mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Bagikan